Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui task force supporting penanggulangan bencana terus bekerja melakukan pemantauan wilayah terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa provinsi di Sumatra, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pemantauan dilakukan melalui analisis intensif data satelit penginderaan jauh untuk menghasilan informasi yang mutakhir, dan siap digunakan untuk mendukung pemangku kebijakan di lapangan.
Koordinator Tim Analis Data Berbasis Keantariksaan BRIN untuk bencana, Yenni Vetrita, menjelaskan bahwa timnya bekerja tanpa henti sejak bencana mulai terjadi. “Kami telah menganalisis data satelit yang tersedia baik secara gratis maupun yang berbayar terutama untuk memantau lokasi dan perkiraan jumlah bangunan atau pemukiman yang terdampak banjir dan longsor,” ujar Yenni.
Menurutnya, data ini dapat menjadi fondasi penting bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menentukan prioritas area yang membutuhkan penanganan lebih besar sehingga proses evakuasi, penyaluran bantuan, atau pun kebutuhan lainnya dapat diperkirakan dengan tepat.
Informasi yang dihasilkan tim analis BRIN langsung disalurkan kepada BNPB, BPBD provinsi, kementerian teknis, aparat setempat, dan publik sebagai bagian dari sistem penanganan bencana berbasis sains. Hasil analisis tersebut juga akan digunakan pada proses ground checking untuk memastikan validitas kondisi di lapangan.
“Kami mampu menghasilkan informasi tanpa terlebih dahulu ke lapangan melalui satelit, namun data tersebut diharapkan menjadi indikasi awal untuk perencanaan pemangku kebijakan yang perlu ditindaklanjuti untuk divalidasi,” tutur Yenni.