TDK Corporation mengumumkan pengembangan prototipe chip kecerdasan buatan (AI) berbasis analog reservoir computing yang meniru fungsi otak kecil (cerebellum). Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Hokkaido dan akan dipamerkan pada ajang CEATEC 2025 di Jepang, 14–17 Oktober mendatang.
Reservoir computing sendiri merupakan model komputasi yang dirancang untuk memproses data deret waktu dengan konsumsi daya rendah dan kecepatan tinggi.
Berbeda dengan deep learning yang mengandalkan lapisan tersembunyi dengan triliunan perhitungan, reservoir computing memanfaatkan fenomena alami yang menyebar seiring waktu, seperti gelombang di permukaan air.
Dalam demonstrasi di CEATEC, TDK akan menampilkan perangkat yang menggabungkan chip AI analog ini dengan sensor percepatan buatan mereka. Demo tersebut berupa permainan suit (rock-paper-scissors) di mana pengguna dipastikan tidak bisa menang.
TDK menilai teknologi ini berpotensi besar untuk diaplikasikan pada robot, antarmuka manusia-mesin, serta perangkat lain yang membutuhkan pemrosesan cepat tanpa bergantung pada komputasi awan. Dengan konsumsi daya yang sangat rendah, chip ini juga cocok untuk produk ultra-ringan yang langsung menangani data sensor.
Sebelumnya, pada 2024 TDK telah memperkenalkan perangkat neuromorfik berbasis spintronics yang meniru fungsi otak besar (cerebrum). Jika teknologi tersebut ditujukan untuk perhitungan kompleks dengan daya rendah, maka reservoir computing difokuskan pada pemrosesan informasi yang berubah seiring waktu. Kombinasi keduanya diharapkan dapat memperluas ekosistem AI neuromorfik yang lebih hemat energi dan adaptif.
Ke depan, TDK berencana melanjutkan riset reservoir computing bersama Universitas Hokkaido sekaligus mengintegrasikan teknologi ini dengan lini bisnis sensor mereka, termasuk platform TDK SensEI.